Pojoke Jogja

Pesona Jogja – jogjo opo-opo ono

Komisi II DPR RI Siap Bawa Aspirasi Rakyat Yogakarta ke Senayan

Ilustrasi. (Foto : Dok)

YOGYA (KRjogja) – Komisi II DPR RI berjanji akan segera membawa masukan yang diperoleh dari pemerintah propinsi DIY untuk bisa dijadikan bahan dalam pembahasan RUUK DIY. Meski demikian, komisi II DPR RI belum mau menunjukkan sikap politiknya terkait Keistimewaan DIY.

Ketua komisi II DPR RI, Chairuman Harahap menuturkan, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apapun untuk bisa disampaikan pada publik. Pasalnya, agenda kunjungan kali ini adalah ingin meminta konfirmasi mengenai bagaimana mekanisme pemerintahan yang selama ini berjalaan di DIY beserta hal lain yang menyertai.

“Kita ingin mengetahui bagaimana koordinasi yang terjadi antara bupati dan gubernur. Apakah bisa berjalan dengan DPRD dan dengan aparat pemerintahan lain. Adakah hambatan psikologis seperti ewuh pakewuh di sana. Nantinya hasil ini akan kita rumuskan dalam pembahasan RUUK DIY,” ujarnya usai kunjungan kerja di komplek Kepatihan, Kamis (10/3).

Pihaknya juga mengaku akan mendengarkan aspirasi masyarakat Yogyakarta sebagai bagian dari masukan. Komisi II sendiri yakin jika penyelesaian RUUK DIY ini akan rampung sampai sebelum masa jabatan Gubernur DIY berakhir.

“Kita kan ada jadwalnya. Selanjutnya akan didengarkan dulu aspirasi DPD, kemudian dengan pemerintah dan kita sampaikan Daftar Inventaris Masalah (DIM). Baru kemudian kita lihat point beberapa fraksi itu mempersoalkan apa. Insya Allah sebelum habis masa jabatan, ini sudah selesai,” katanya.

Terpisah, wakil ketua komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo menilai pertemuan kali ini merupakan bagian dari belanja persoalan dan masukan. Termasuk adanya usulan untuk mendengar aspirasi masyarakat yang tidak setuju dengan penetapan Gubernur.

“Makanya dengan mendengarkan suara yang tidak setuju kan jadi ada keberimbangan. Karena selama ini suara di permukaan relatif sudah dimengerti,” tuturnya.

Ganjar sendiri belum bisa mempresiksikan apakah pembahasan ini akan selesai sampai target bulan Juli nanti. Hal tersebut baru bisa terjawab manakala telah disusun DIM yang akan memetakan sikap politik fraksi yang bisa sama dan bisa pula berbeda.

“Bagi saya sebenarnya gampang sekali karena persoalannya hanya satu dan selesai lalu divoting. Tinggal kemauan politik dari orang-orang ini mau main-main atau tidak. Yang jelas power interplay itu bisa dimainkan apapun dan untukk kepentingan apapun,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X tak mau memberikan banyak komentar terkait pertemuan hari ini. “Ini kan baru masukan. Setelah ini kan baru bisa dibuat tim. Kan juga masih ada pertemuan lagi besok dan lusa. Ya kita hargai saja kunjungan mereka,” tandas Sultan. (Ran)


Iklan

Information

This entry was posted on 11 Maret 2011 by in Tak Berkategori and tagged .
%d blogger menyukai ini: